EKLAMPSI

Eklampsia
Eklampsia adalah suatu kondisi yang ganjil pada wanita yang hamil atau baru melahirkan. Eklampsia ditandai kejang yang diikuti dengan koma yang panjang atau singkat. Wanita tersebut biasanya mengalami hipertensi dan proteinuria. Kejang dapat terjadi pada masa antepartum,intrapartum,atau postpartum. Beberapa wanita memiliki darah normal yang rendah 100/60 mmHg dan pada wanita tersebut eklamsia dapat terjadi pada tekanan darah 120/80,angka yang biasanya di anggap normal. Pada wanita tersebut ,kenaikan sampai 120/80 menunjukkan adanya hipertensi.
Gejala saat ini: serangan kejangan pada pasien mungkin terlihat pada fase kejang atau keadaan koma yang mengikuti satu atau lebih kejang. Gejala-gejala lain,selama kehamilan trimester kedua akhir atau trimester ketiga. Gejala-gejala berikut dapat meramalkan suatu kejang. Kenaikan berat badan mendadak akibat akibat retensi cairan,pembengkakan muka dan tangan,sakit kepala,gangguan visual,nyeri epigastrium/kuadran kanan atas dengan atau tanpa nausea dan vomitus dan pengeluaran urin yang berkurang.
Riwayat-riwayat penyakit dahulu,ciri-ciri khas pasuen dengan eklampsia adalah nulipara dan umur belasan tahun. Catatan antenatal dapat menyikap perkembangan yang mendadak/bertahap dari hipertensi,edema,kenaikan berat badan dan albuminuria.
Pemeriksaan umum: pasien biasanya tidak sadar/atau setengah sadar setelah suatu kejang eklampsia. Kejang yang khas ditandai oleh timbulnya kontraksi tonik umum yang diikuti oleh fase klonik yang berkembang ke koma. Biasanya gerakan-gerakan kejang di mulai sekitar mulut dalam bentuk kedutan pada muka (facial twitchings). Dalam beberapa detik seluruh seluruh otot tubuh mengalami nigid (muka mengalami distorsi,mata menonjol,lengan fleksi,tangan mengepal dan tungkai tertarik). Setelah 15-20 detik otot-otot berkontraksi dan relaksasi bergantian secara cepat. Gerakan otot dapat sedemikian hebat sehingga lidah dapat tergigit oleh gerakan rahang yang hebat. Bila pasien sadar kembali ,biasanya ia mengalami disorientasi yang letih selama beberapa saat tekanan darah meningkat dan frekuensi pernapasan biasanya meningkat dan kasar.
Cara eklampsia mengalami mempengaruhi ibu dan janin
Efek pada ibu,meliputi:
•    Pernapasan ( asfiksia,aspirasi muntah,edema paru,bronko-pneumonia)
•    Jantung (gagal jantung)
•    Efek pada otak (hemoragi,trombosis,edema)
•    Ginjal (gagal ginjal akut)
•    Hati (nekrosis hati)
•    Sindrom HELLP (hemolisis,peningkatan enzim liver,kadar trombosit rendah)
•    Hemoragi karena kelainan koagulasi (DIC) yang sering dikaitkan dengan eklampsia
•    Penglihatan (kebutuhan sementara) karena edema retina
•    Cedera (fraktur,lidah tergigit)

Penyebab paling umum pada kematian ibu akibat eklampsia adalah aspirasi muntah,gagal  ginjal,hemoragi intraserebral,dan kerusakan pada lebih dari satu organ (contoh: jantung+hati+ginjal).
Efek pada janin:
Insufisiensi plasenta yang mengakibatkan
•    Hipoksia
•    Retardasi pertumbuhan intrauterin

Bayi kemungkinan lahir mati. Hipoksia dapat menyebabkan kerusakan otak menetap yang dapat mengakibatkan cacat fisik dan retardasi mental.

Eklampsia lebih banyak terjadi pada:
•    Primigravida (terutama remaja dan wanita di atas 35 tahun)
•    Wanita gemuk
•    Wanita dengan hipertensi esensial
•    Wanita dengan kehamilan kembar
•    Wanita dengan ( diabetes,mola hidatiform,polihidramnion)
•    Wanita dengan riwayat eklampsia atau eklampsia pada kehamilan sebelumnya
•    Riwayat eklampsia keluarga
Faktor risiko berikut mengakibatkan ancaman kematian akibat eklampsia semakin besar.
Prinsip-prinsip penatalaksanaan
Prinsip-prinsip penatalaksanaan eklampsia,antara lain:
•    Kecepatan
•    Keterampilan
•    Prioritas
Kecepatan merupakan hal yang sangat penting dan akan mementukan hidup atau matinya wanita wanita tersebut.
Keterampilan merupakan sesi yang harus dihubungkan dengan erat pada sesi berikutnya yang membahas tentang keterampilan klinis.
Prioritas bidan dalam penatalaksanaan eklampsia adalah:
•    Membersihkan dan memelihara jalan napas yang lancar saat tanda pertama kejang muncul
•    Membersihkan oksigen
•    Meminta bantuan medis
•    Mendampingi wanita tersebut dan mencegah cedera
•    Memasang infus intravena
•    Memberikan obat-obatan kedaruratan yang tersedia untuk mengendalikan kejang dan hipertensi
•    Memantau tekanan darah,nadi, dan pernapasan
Penatalaksanaan eklampsia meliputi enam langkah:
1.    Memastikan bahwa wanita tersebut dapat bernapas
2.    Mengendalikan kejang
3.    Mengendalikan tekanan darah
4.    Mengendalikan keseimbangan cairan
5.    Melahirkan bayi
6.    Memantau dengan seksama untuk mencegah kejang lanjutan dan mengidentifikasi komplikasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: